ads top

[30/1 12:26] +62 813-6696-5976: Oknum TNI Diduga Mencuri Listrik di Rumah yang Dikuasai Secara Ilegal di Ciputat


Tajamnews86.online || Tangerang Selatan – Seorang perwira menengah TNI, Mayor CPM Jenri Siregar, diduga terlibat dalam kasus pencurian listrik di sebuah rumah yang terletak di Jalan Sumatera, Jombang, Ciputat. Rumah tersebut diketahui merupakan hasil rampasan atau dikuasai dengan cara melawan hukum.


Berdasarkan informasi yang diperoleh, praktik pencurian listrik ini terungkap setelah petugas PLN melakukan pemeriksaan rutin dan menemukan adanya sambungan ilegal yang digunakan untuk menghindari pembayaran tagihan listrik. Dugaan keterlibatan Mayor CPM Jenri Siregar semakin kuat setelah ditemukan bukti bahwa rumah tersebut telah dikuasainya secara tidak sah.


Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa rumah tersebut telah lama menjadi perhatian warga karena proses penguasaannya yang diduga tidak sesuai hukum. "Kami sudah curiga sejak lama, karena rumah itu seperti dikuasai tanpa dasar hukum yang jelas. Sekarang malah ada dugaan pencurian listrik juga," ujar warga tersebut.


Pihak PLN telah melaporkan kejadian ini kepada aparat berwenang untuk ditindaklanjuti. Sementara itu, pihak TNI belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan oknum mereka dalam kasus ini.


Kasus ini menambah daftar panjang penyalahgunaan kewenangan oleh oknum aparat yang seharusnya menjadi contoh dalam penegakan hukum. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan transparan dalam menyelesaikan kasus ini.

Red

[30/1 14:16] Akbari Media: Prajurit TNI Dikeroyok di Pancur Batu, Kodam I/BB Pastikan Tidak Ada Penjarahan


Medan, (30/1/2025) – Kesalahpahaman yang sempat memicu ketegangan antara anggota Resimen Arhanud 2/SSM dan sekelompok pemuda di Desa Durin Simbelang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang pada Rabu (29/1), akhirnya menemukan titik terang setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan masalah secara damai.


Insiden bermula saat Praka DS melintas dan berpapasan dengan tiga pemuda bermotor trail berknalpot brong yang menggeber-geber kendaraan di sampingnya. Merasa terganggu, ia mengikuti mereka hingga ke warung yang diduga menjadi tempat berkumpul Ormas. Saat DS menegur, terjadi cekcok hingga sekitar sepuluh orang mengeroyoknya. Ia mengalami luka akibat pukulan kayu di wajah dan punggung, lalu melarikan diri ke kebun sawit dan meminta bantuan lewat grup WhatsApp rekan-rekannya.


Tak lama setelah kejadian, personel Menarhanud 2/SSM tiba di lokasi, namun para pelaku sudah melarikan diri. Dalam upaya pencarian, ditemukan sejumlah barang bukti di sekitar lokasi, termasuk narkoba, alat hisap sabu, sisa sabu dalam plastik, serta timbangan elektrik. Insiden ini juga mengakibatkan kerusakan pada satu unit mobil dan tiga sepeda motor yang diduga terkait dengan aktivitas di tempat tersebut.


Kodam I/Bukit Barisan langsung menggelar apel luar biasa guna mencegah aksi lanjutan. Oknum TNI yang terlibat dalam pengrusakan akan diproses hukum, dan seluruh kerugian materi akan diganti. Mediasi dengan pimpinan ormas dan warga setempat telah dilakukan untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.


Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Doddy Yudha, menegaskan bahwa TNI tetap berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut. "Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan meminta maaf atas insiden yang terjadi. Kodam I/BB akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap oknum yang melanggar hukum, serta memastikan penyelesaian masalah ini secara adil," ujar Kolonel Doddy.


Kolonel Doddy juga menegaskan bahwa dalam kejadian tersebut tidak ada anggota yang melakukan penjarahan. “Kami memastikan seluruh tindakan personel di lapangan tetap dalam koridor hukum. Tidak ada penjarahan dalam insiden ini, dan kami akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menjaga keamanan serta menegakkan hukum,” tambahnya.


Barang bukti yang ditemukan di lokasi, termasuk narkoba dan alat hisap sabu, akan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum. Saat ini, lokasi kejadian tetap dalam pengawasan pihak berwenang, dan Kodam I/BB terus berkoordinasi dengan kepala desa, kepolisian, serta tokoh masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif.


Sumber : Pendam I/BB

(Sahit)


dibaca
Share on Google Plus

About News86

Ut wisi enim ad minim veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis autem vel eum iriure dolor in hendrerit in vulputate velit esse molestie consequat, vel illum dolore eu feugiat nulla facilisis at vero eros et accumsan et iusto odio dignissim qui blandit praesent luptatum zzril delenit augue duis.

0 comments:

Posting Komentar

Admin

Media TajamNews86. WA:0838-5440-4729

Countact Pengaduan